Minggu, 20 November 2011

Tugas Softskill 3

Dwi Hartini (22110187)
2KB01


Grup Proses
Proses Manajemen Proyek membentuk menjadi lima grup, berikut adalah:
1. Initiating Processes
2. Planning Processes
3. Executing Processes
4. Controlling Processes
5. Closing Processes

Penjelasan:
1. Initiating Processes, mengorganisasikan untuk memulai fase berikutnya dari suatu proyek.

2. Planning Processes, adalah yang terpenting untuk suatu proyek karena proyek melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Akibatnya ada proses yang relatif lebih dalam bagian ini.
a. Core Processes, di bawah ini yang termasuk core processes:
• Scope Planning.
• Scope Definition.
• Activity Definition.
• Activity Sequencing.
• Activity Duration Estimating.
• Schedule Development.
• Resource Planning.
• Cost Estimating.
• Cost Budgeting.
• Project Plan Development.
b. Facilitaing Processes, di bawah ini yang termasuk facilitating processes:
• Quality Planning.
• Organizational Planning.
• Staff Acquisition.
• Communications Planning.
• Risk Identifications.
• Risk Response Development.
• Procurement Planning.
• Solicitation Planning.

3. Executing Processes, mengintregasikan semua sumber daya yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan proyek, dengan melaksanakan apa yang telah direncanakan.
• Project Plan Execution
• Scope Verification
• Quality Assurance
• Team Development
• Information Distribution
• Solicitation
• Source Selection
• Contract Administration

4. Controlling Processes, mengukur dan memonitor secara berkala kemajuan proyek serta mengidentifikasi adanya penyelewengan pelaksanaan dari rencana yang sudah dibuat sebelumnya.
• Overall Change Control
• Scope Change Control
• Schedule Control
• Cost Control
• Quality Control
• Performance Reporting
• Risk Response Control

5. Closing Processes, melakukan formalisasi hasil proyek, berupa produk, servis, ataupun hasil khusus dari proyek.
• Administrative Closure
• Contract Close-out

Hubungan antara Grup proses dan area Knowledge
Knowledge berperan penting dalam sebuah manajemen proyek terutama dalam pengawasan grup proses manajemen proyek. Dimana grup proses adalah suatu rencana demi kelancaraan proyek agar lebih mudah dalam memulai proyek dan tugas knowledge ialah memonitor segala hal dari berbagai aspek yang terjadi didalam grup proses.

Dalam manajemen proyek terdapat 5 group proses yaitu :
- Inisiasi Proyek                          - Kontrol Proyek
- Perencanaan Proyek                 -  Penutupan/akhir proyek
            - Eksekusi Proyek

Pada sebuah siklus hidup proyek terdapat 4 fase yaitu inisiasi, perencanaan, pelaksanaan dan penutupan. Pada tahap inisiasi proyek terdapat 6 tahap untuk diselesaikan sebelum melangkah ke tahap perencanaan, yang pertama yaitu pendefinisian kasus bisnis yang dikembangkan, dimana kita dapat mencari definisi pengembangan secara terperinci, menganalisa solusi potensial yang tersedia, dari tiap-tiap solusi tersebut kita dokumentasikan potensi keuntungan, biaya, resiko dan isu-isu, solusi yang direkomendasikan dan implementasi umum.

Inisiasi Proyek
Inisiasi proyek merupakan tahap awal kegiatan proyek sejak sebuah proyek disepakati untuk dikerjakan. Pada tahap ini, permasalahan yang ingin diselesaikan akan diidentifiasi. Beberapa pilihan solusi untuk menyelesaikan permasalahan juga didefinisikan. Sebuah studi kelayakan dapat dilakukan untuk memilih sebuah solusi yang memiliki kemungkinan terbesar untuk direkomendasikan sebagai solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan. Ketika sebuah solusi telah ditetapkan, maka seorang manajer proyek akan ditunjuk sehingga tim proyek dapat dibentuk dan berakhir ketika manajer proyek diberikan otoritas juga petunjuk untuk memulai perencanaan.

Dokumen Inisiasi
Merupakan dokumen yang berisi tentang tahap awal kegiatan awal yang sudah dibentuk sejak sebuah proyek disepakati untuk dikerjakan oleh tim proyek.

Rencana Proyek
Adalah sebuah kerangka gagasan – gagasan dalam menjalankan sebuah manajemen proyek dan demi mensukseskan apa yang menjadi tujuan manajemen proyek itu dibuat.

Eksekusi Proyek dan Pengawasan Proyek
Dengan definisi proyek yang jelas dan terperinci, maka aktivitas proyek siap untuk memasuki tahap eksekusi atau pelaksanaan proyek. Pada tahap ini, deliverables  atau tujuan proyek secara fisik akan dibangun. Seluruh aktivitas yang terdapat dalam dokumentasi project plan akan dieksekusi. Sementara kegiatan pengembangan berlangsung, beberapa proses manajemen perlu dilakukan guna memantau dan mengontrol pelaksanaan proyek juga penyelesaian deliverables sebagai hasil akhir proyek.

Studi Kasus : JWD Consulting and Project Management Intranet Site

  • ·         Studi kasus memberikan contoh dari apa yang terlibat dalam inisiasi, perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan penutup sebuah proyek IT.
  • ·         Studi kasus ini memberikan tampilan tampilan gambar besar mengelola sebuah proyek. Kemudian bab memberikan informasi rinci pada setiap bidang pengetahuan.

sumber :
http://rachmat-hidayat.web.id/
http://virgiawanfauzi.blogspot.com/2011/12/studi-kasus-jwd-consulting-and-project.html
http://google.com/


 

Sabtu, 19 November 2011

Tugas Softskill 2

Dwi Hartini (22110187)
2KB01


Gambaran Sistem dari Manajemen Proyek

Ketika jumlah dan tingkat kerumitan proyek terus berkembang, maka manajemen proyek itu harus semakin perlu dipraktekan untuk membiasakan diri menghadapi masalah – masalah maupun kerumitan yang ditemui. Sehingga tingkat kerumitan yang menjadi beban, lama – lama akan berkurang.
stakeholder dan top manajemen dalam proyek TI

Stakeholder adalah orang-orang yang terkait dalam aktivitas proyek dan setiap stakeholder mempunyai komitmen untuk bekerja secara professional dan bertanggung jawab dalam setiap manajemen proyek kerja. Stakeholder termasuk tim proyek, manajer proyek, sponsor proyek, maupun user (pengguna).
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran 
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur

Struktur organisasi mendefinisikan cara tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal
1. UKURAN (SIZE) :- makin besar akan semakin komplek impersonal, semakinlugas , semakin sulit diarahkan, semakin sulit dipadukan.- ukuran menciptakan dilemma.- tak ada yang tahu ukuran yang optimum.
2. JUMLAH TINGKATAN HIRARKHI :- Kalau terlalu banyak bisa timbul kesulitan komunikasi vertikal.- Sebaiknya tak terlalu banyak.- Perhatikan efektivitas komunikasi.
3. STRUKTUR KEWENANGAN :- Orang-orang yang punya kewenangan membuat keputusan bagiorganisasi.- Siapa saja yang termasuk dalam struktur ?- Bila hanya satu orang bisa timbil kesulitan.- Pendelegasian wewenang.
4. STRUKTUR KOMUNIKASI :- Variabel yang terpenting.- Dari puncak hirarkhi sampai ke paling bawah.- Juga perlu diperhatikan komunikasi horisontal.
5. STRUKTUR TUGAS :- Sama dengan struktur peranan.- Cara organisasi membagi-bagi tugas/pekerjaan kepada anggota-anggotanya.- Apakah semua pekerjaan terbagi habis ?- Apakah semua anggota mendapat peranan ?- Apakah hanya orang tertentu saja yang berperan ?
6. STRUKTUR STATUS DAN PRESTIS :- Apa yang diperoleh dari organisasi dengan pengorbanan yangdiberikan ?- Apakah prestis (gengsi) seseorang akan naik dengan menjadianggota organisasi ?- Apakah prestis terbagi secara merata ?- Apakah organisasi memiliki jenjang status yang terbuka bagi semuaanggota ? 
7. JARAK PSIKOLOGIS :- Antara orang yang di puncak (pengambil keputusan) dan orang- orang di bawah (yang melakukan pekerjaan).- Komunikasi emosi antara orang-orang dalam hirarkhi.- Menunjukkan kemudahan komunikasi ver-tikal effektif/tidakPhase dan siklus hidup proyek . 
   Siklus hidup produk.

Siklus hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar .
 Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Konsep ini dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya.Ada berbagai pendapatan mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu produk. 
sumber :

Kamis, 17 November 2011

Tugas Softskill 1

Dwi Hartini (22110187)
2KB01

Manajemen proyek merupakan suatu tata cara mengorganisir dan mengelola sumber
penghasilan yang penting untuk menyelesaikan proyek dari awal sampai selesainya
proyek tersebut. Manajemen proyek dapat diterapkan pada jenis proyek apapun, dan
dipakai secara luas untuk dalam menyelesaikan proyek yang besar dan kompleks.
Fokus utama manajemen proyek adalah pencapaian semua tujuan akhir proyek dengan
segala batasan yang ada, waktu dan dana yang tersedia.
Seiring berkembangnya teknologi informasi, manusia mulai menggunakan
komputer dalam melakukan manajemen proyek, untuk membantu otomatisasi dan
perhitungan. Peralihan manajemen proyek dengan menggunakan komputer membuat
manajemen proyek menjadi lebih cepat, efektif dan efisien. Perkembangan perangkat
lunak yang pesat juga mendorong transformasi manajemen proyek yang tradisional
menjadi sebuah perangkat lunak manajemen proyek.
Perangkat lunak manajemen proyek (project management software) adalah
suatu kumpulan perangkat lunak yang mendukung perancangan dan pelaksanaan suatu
proyek dengan menggunakan media komputer. Perangkat lunak manajemen proyek ini
membantu kepala proyek dalam perancanaan, pengorganisasian, dan manajemen
sumber daya dalam proses penyelesaian suatu proyek. Perangkat lunak manajemen
proyek ini bertujuan untuk membantu mencapai tujuan dan hasil akhir proyek, dengan
batasan-batasan yang ada. Tujuan ini dapat dicapai dengan cara mengoptimisasi
alokasi sumberdaya yang ada, dengan batasan, waktu, dan biaya.

  • Sejarah Ringkas Manajemen Proyek
manajemen proyek suatu disiplin ilmu era tahun 1950-an, Amerika bangsa yang pertama kali menggunakan manajemen proyek. Henry Gantt sebagai Bapak ilmu manajemen proyek, namanya juga menjadi metode bernama "Gant Chart". mempelajari manajemen proyek itu tidak sulit, karena didalamnya terdapat hal-hal yang biasa dilakukan setiap orang, cuma ditambahkan sedikit logika dan aturan yang khusus.
Untuk point kedua bagaimana kita mengetahui bahwa itu adalah sebuah proyek? diperlukan beberapa ciri-ciri atau karakterisistik dari proyek itu sendiri, dimana ada tujuan atau sasaran, memiliki rentang waktu atau deadline, waktu biaya dan syarat kerja yang lengkap, dan event atau kejadian sebelumnya belum pernah dilakukan.

Untuk point ketiga skill apa saja yang dibutuhkan? ada beberapa skill yang harus diperhatikan atau digunakan kepada owner, user, lingkungan dan team. Owner (atasan) memberikan informasi biaya atau budget dari segi finansial, dan resiko kedepan yang dihadapi, ketika berbicara user dapat mengajak untuk menggunakan hasil dari proyek. lau ketika berbicara dengan team tentunya harus ada keahlian tekhnik, dapat mengarahkan dan tentunya manajerial skill harus tetap ada. terakhir ketika kita berbicara dengan lingkungan dalam hal ini suatu instansi yang terkait atau pun pemerintah dapat meminta persetujuan atau izin akan adanya pengadaan suatu proyek tersebut.

Point kempat bagaimana dengan siklus hidup proyek? sebelumnya kita harus tahu apa itu proyek yang sudah disingggung pada point diatas. maka siklus dari proyek tersebut adalah sebagai berikut:
  1. siklus penentuan, tentukan masalah secra detail, teliti dengan tujuan proyek yang mau dilaksanakan,dan membuat sebuah team yang bisa mengerti dan bertangguang jawab atas proyek tersebut.
  2. siklus perencanaan, periksa kembali apakah proyek sudah pernah dijalankan, terus buat jadwal pelaksannaan proyek, manfaat proyek yang dilaksanakan, kualitas dan anggaran yang diperlukan.
  3. siklus eksekusi, tahpan implementasi dari proyek,dan hasil fisik atau produk yang dihasilkan, waktu dan biaya yang digunakan, dan dapat diukur sejauh mana proyek tersebut sudah dilaksanakan.
  4. siklus training dan penutupan, proyek yang sudah dilaksanakn tersebut harus diperkenalkan kepada pelanggan terakhir identifikasi proyek tersebut dan buat laporan proyek berupa template proyek tersebut.

DEFINISI PROYEK

Sebuah Proyek Adalah :
Komplek, tidak rutin, usahanya dibatasi oleh waktu, anggaran, sumber daya dan spesifikasi k inerja yang disign untuk memenuhi kebutuhan pelanggan

Tujuan manajemen Proyek :
  1. tidak hanya untuk mendapatkan keuntungan (Proyek-proyek yang berorientasi keuntungan terkait dengan perusahaan, jasa dan properti)
  2. bersifat sosial benefit. (Proyek-proyek yang bergerak pada sektor publik atau pemerintahan)
berdasarkan tujuan di atas  dapat disimpulkan bahwa manajer proyek harus mempertimbangkan kapan proyek dimulai   dan kapan proyek dapat diakhiri dalam penjadwalan waktu yang tepat, sehingga proyek akan mempunyai nilai tambah (value added) dan nilai guna (value in use)

Gantt Chart merupakan visualisasi chart yang digunakan untuk menggambarkan jadual dari pekerjaan atau proyek.  






sumber :
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23459/4/Chapter%20I.pdf
http://ilmukomputer.org./2009/03/01/pengenalan_manajemen_proyek/
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRnhly29gn2mT-w8tXbgtE2WLLqFyizW-O2IJPkQf9LfGEsWiyb

Kamis, 27 Oktober 2011

STATISTIKA DASAR


Statistika adalah ilmu yang mempelajari tentang pengumpulan, pengolahan, penyajian, analisa dan penarikan kesimpulan data.
Jenis Statistika :
1.       Statistika Deskriptif  >> dari proses pengumpulan data s/d penyajian  data serta peringkasan.
2.       Statistika Inferensia >> analisa dan kesimpulan data.
3.        
Terdapat 2 objek pada statistika, yaitu :
POPULASI           : Sekumpulan objek yang akan diketahui karakteristiknya.
SAMPLE               : Bagian dari populasi yang memiliki karakteristik yang sama.

PROSES STATISTIKA
Populasi  >>  sample  >>  di olah  >>  disajikan  >> di analisa  >>  kesimpulan

Pada proses pengambilan sample digunakan Teknik Sampling. Terdapat 4 macam teknik sampling, yaitu  :
a.       Simple random sampling
b.      Sistematic random sampling
c.       Stratified random sampling
d.      Cluster sampling

Tipe data :
1.       Kuantitatif           contoh : angka
Ø  Diskrit           (ex. operasi matematika)
Ø  Kontinu        (ex. umur)
2.       Kualitatif              contoh : jenis kelamin, warna, profesi

Skala Pengukuran Data :
a.       Nominal
Pengukuran yang menghasilkan satu kategori untuk suatu kelompok.
Ex. Jenis kelamin, agama             
b.      Ordinal
Pengukuran yang tidak hanya menghasilkan kategori namun juga mengurutkan kategori tersebut. Terdapat tingkatan nilai data,namun tidak diketahui intervalnya.
Ex. Tingkat ekonomi masyarakat
c.       Interval
Pengukuran data yang memiliki tingkatan nilai dan di ketahui intervalnya, tetapi tidak mempunyai titik nol mutlak.
Ex.  temperatur
d.      Rasio
Pengukuran data yang memiliki tingkatan nilai dengan interval yang tetap dan mempunyai titik  nol mutlak.

Schimitt Triger


Schimitt   Triger  
Schimitt   triger   pada   dasarnya   adalah   komparator   dengan   2   nilai
pembanding   (upper   trip   point/UTP   dan   lower   trip   point/LTP).   Bekerjanya
sebagai berikut. Misalkan sinyal digital dimasukan ke schmitt triger. Pada saat
sinyal berada di logika 1, maka output schmitt trigger harus 1 juga (tergantung
jenis   sih,   kalau   dgital   buffer   input   dan   output   dama,   tapi   kalau   inverter,
outputnya kebalikan input). Apabila sinyal tersebut mendapat gangguan noise
sehingga level menjadi turun, maka selama levelnya masih diatas LTP, output
akan tetap. Kebalikannya jika sinyal berada di logika rendah, pada saat sinyal
mendapay noise dan  lebel   jadi  naik,  maka selama  level  tidak melebihi  UTP,
output  akan  tetap.   Jadi   schmitt   triger  akan menghilangkan pengaruh noise
tersebut.

Sumber : http://exosites.files.wordpress.com/2007/06/modul-teknik-pulsa.pdf

Selasa, 25 Oktober 2011

Tutorial Membuat Robot

Ada 3 tahapan membuat robot, yaitu:
  1. Perencanaan, meliputi: pemilihan hardware dan design.
  2. Pembuatan, meliputi pembuatan mekanik, elektonik, dan program.
  3. Uji coba.

Tahap perencanan

  • Dimensi, yaitu panjang, lebar, tinggi, dan perkiraan berat dari robot. Robot KRI berukuran tinggi sektar 1m, sedangkan tinggi robot KRCI sekitar 25 cm.
  • Struktur material, apakah dari alumunium, besi, kayu, plastik, dan sebagainya.
  • Cara kerja robot, berisi bagian-bagian robot dan fungsi dari bagian-bagian itu. Misalnya lengan, konveyor, lift, power supply.
  • Sensor-sensor apa yang akan dipakai robot.
  • Mekanisme, bagaimana sistem mekanik agar robot dapat menyelesaikan tugas.
  • Metode pengontrolan, yaitu bagaimana robot dapat dikontrol dan digerakkan, mikroprosesor yanga digunakan, dan blok diagram sistem.
  • Strategi untuk memenangkan pertandingan, jika memang robot itu akan diikutkan lomba/kontes robot Indonesia/Internasional.

Tahap pembuatan

Ada tiga perkerjaan yang harus dilakukan dalam tahap ini, yaitu pembuatan mekanik, elektronik, dan programming.
  • Spesialis Mekanik, bidang ilmu yang cocok adalah teknik mesin dan teknik industri.
  • Spesialis Elektronika, bidang ilmu yang cocok adalah teknik elektro.
  • Spesialis Programming, bidang ilmu yang cocok adalah teknik informatika.
.
Pembuatan mekanik
Setelah gambaran garis besar bentuk robot dirancang, maka rangka dapat mulai dibuat. Umumnya rangka robot KRI terbuat dari alumunium kotak atau alumunium siku. Satu ruas rangka terhubung satu sama lain dengan keling alumunium. Keling adalah semacam paku alumunium yang berguna untuk menempelkan lembaran logam dengan erat. Rangka robot KRCI lebih variatif, bisa terbuat dari plastik atau besi panjang seperti jeruji.


Pembuatan sistem elektronika
Bagian sistem elektronika dirancang sesuai dengan fungsi yang diinginkan. Misalnya untuk menggerakkan motor DC diperlukan h-brigde, sedangkan untuk menggerakkan relay diperlukan saklar transistor. Sensor-sensor yang akan digunakan dipelajari dan dipahami cara kerjanya, misalnya:
  1. Sensor jarak, bisa menggunakan SRF04, GP2D12, atau merakit sendiri modul sensor ultrasonik atau inframerah.
  2. Sensor arah, bisa menggunakan sensor kompas CMPS03 atau Dinsmore.
  3. Sensor suhu, bisa menggunakan LM35 atau sensor yang lain.
  4. Sensor nyala api/panas, bisa menggunakan UVTron atau Thermopile.
  5. Sensor line follower / line detector, bisa menggunakan led & photo transistor.
Pembuatan sistem elektronika ini meliputi tiga tahap:

  • Design PCB, misalnya dengan program Altium DXP.
  • Pencetakan PCB, bisa dengan Proboard.
  • Perakitan dan pengujian rangkaian elektronika.
Pembuatan Software/Program

Pembuatan software dilakukan setelah alat siap untuk diuji. Software ini ditanamkan (didownload) pada mikrokontroler sehingga robot dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.

Tahap pembuatan program ini meliputi:

  1. Perancangan Algoritma atau alur program
    Untuk fungsi yang sederhana, algoritma dapat dibuat langsung pada saat menulis program. Untuk fungsi yang kompleks, algoritma dibuat dengan menggunakan flow chart.
  2. Penulisan Program
    Penulisan program dalam Bahasa C, Assembly, Basic, atau Bahasa yang paling dikuasai.
  3. Compile dan download, yaitu mentransfer program yang kita tulis kepada robot.

Uji coba


Setelah kita mendownload program ke mikrokontroler (otak robot) berarti kita siap melakukan tahapan terakhir dalam membuat robot, yaitu uji coba.





Minggu, 16 Oktober 2011

Tugas Pemrograman Java

Membuat program Java,  

1) Deret Bilangan Ganjil 
2) Bilangan Fibonacci 

keterangan lebih lanjut, coba liat baris selanjutnya :)
1) Deret Bilangan Ganjil 
  public class derett 
public static void main(String[]args) 
for (int d=1;d<=25;d++)
if (d==1)
System.out.print(d); 
else if (d%2==1) 
System.out.print(" , "+d); 

output : 1 , 3 , 5 , 7 , 9 , 11 , 13 , 15 , 17 , 19 , 21 , 23


2) Bilangan Fibonacci 
 public class deretfibo 
{
public static void main(String[] args) 
{
int x=0,y=1; int d = 10; 
for (int i=1;i<=d;i++) 
System.out.print(x+" "); 
x=x+y; y=x-y; 
}
output : 0 1 1 2 3 5 8 13 21 34