Sabtu, 03 November 2012

Komunikasi Data

Data adalah sebuah gambraan dari kenyataan dalam bentuk formal yang sesuai untuk komunikasi, interprestasi atau proses oleh manusia atau peralatan otomatis.
Data dapat diidentifikasikan, digambarkan dan dapat digunakan untuk menghasilkan informasi.

Elemen kunci model yang merupakan bagian Sistem Komputer :
1. Source (sumber)
    bertugas sebagi sumber informasi data yang akan dikirimkan.
2. Trasmitter (pengirim)
    bertugas mengirimkan informasi dari sumber.
3. Transmission System (sisten transmisi)
    bertugas menerima informasi yang dikirim dan menyalurkannya ke tempat tujuan.
4. Receiver (penerima)
    bertugas menerima informasi yang dikirimkan oleh sumber.
5. Destination (tujuan)
    menangkap data yang dihasilkan oleh receiver.

Sistem komunikasi Data adalah  jaringan fisik dan fungsi yang dapat mengakses komputer untuk mendapatkan fsilitas seperti menjalankan program, mengakses basis data, melakukan komunikasi dengan operator lain, sedemikian rupa sehingga semua fasilitas berada pada terminalnya walaupun secara fisik berada pada lokasi terpisah.

Bidang Operasi Komunikasi Data :
1. Bidang data collection
    Data dikumpulkan, disimpan dan diolah pada waktu tertentu.
2. Bidang inquiry dan response
    pemakai dapat mengakses langsung ke file program
3. Bidang storage dan retrival
   Data yang sudah disimpan dapat diambil sewaktu-waktu oleh pihak yang berkepentingan.
4. Bidang Time sharing
    Pemakai dapat mengerjakan program secara bersama-sama
5. Bidang remote job entry
    remote job terminal  mengirimkan program untuk disimpan ke komputer pusat.
6. Bidang real time data processing and process control
7. Bidang data exchange among computers

Teknik Komunikasi Data Digital :
a. Sinkronisasi
b. asinkronisasi

Perbandingan Sinkron dengan Asinkron :
- untuk blok-blok data yang cukup besar, transmisi sinkronisasi jauh lebih efisien daripada    asinkron
- bila menggunakan transmisi sinkron biasanya lebih kecil dari 1000 bit.

Data Link Control/ Data Link Protocol : pengiriman data melalui link komunikasi data yang terlaksana dengan penambahan  kontrol layer dalam tiap device komunikasi.
Data Link : medium transmisi antara stasiun ketika suatu prosedur data link control dipakai.
Konfigurasi Data Link :
3 sifat yang membedakannya, yaitu :
1. topologi
    ada dua konfigurasi topologi : 
    a. point to point 
    b. multipoint
2. duplexity
    jenis- jenis duplexity :
    a. simplex
    b. half duplex
    c. full duplex
3. line discipline



Daftar Pustaka :
  • Suryadi H.S. 1996. Pengantar Komunikasi Data. Edisi pertama, cetakan keempat. Jakarta : Gunadarma
  • Sumin, Agus. 1995. Pengantar Jaringan Komputer. Jakarta : Gunadarma
  • William, Stalling. 1999. Dasar Komunikasi Data. Jakarta : Salemba Teknika
  • Tanenbaum, Andrew. 2000. Jaringan Komputer. Jakarta : Prehallindo dan Person Education
   

Sabtu, 27 Oktober 2012

Ragam Bahasa Indonesia

Ragam bahasa adalah variasi dari pemakaian bahasa berdasarkan pengetahuan dan latar belakang seseorang. Banyak hal-hal yang mempengaruhi atau menyebabkan terjadinya ragam bahasa, diantaranya latar belakang seseorang, tempat tinggal, kedudukan, golongan, dsb. pada kesempatan kali ini saya akan sedikit membahas tentang ragam Bahasa Indonesia. 
Ragam Bahasa Indonesia dan sifatnya.
Ragam Bahasa Indonesia :
·        Tempat :
Dialek Jakarta
Dialek Manado, dsb
·        Penutur :   
                      Golongan cendekiawan
Golongan bukan cendekiawan
·        Sarana :   
                      Ragam lisan
Ragam tulisan
·        Bidang penggunaan : 
                                  Ragam ilmu
Ragam surat kabar
·        Suasana penggunaan :   
                                  Ragam resmi
Ragam santai

Sifat Ragam Bahasa ilmu :
1. Baku
Ragam bahasa ilmu harus mengikuti kaidah-kaidah bahasa baku, yaitu dalam ragam tulis menggunakan ejaan yang baku, yakni EYD, dan dalam ragam lisan menggunakan ucapan yang baku, menggunakan kata-kata, struktur frasa, dan kalimat yang baku atau sudah
dibakukan.

2. Denotatif
Kata-kata dan istilah yang digunakan haruslah bermakna lugas, bukan konotatif dan tidak bermakna ganda.

3.Berkomunikasi dengan pikiran daripada perasaan
Ragam bahasa ilmu lebih bersifat tenang, jelas, tidak berlebih-lebihan atau hemat, dan tidak emosional.

4. Kohesif
Agar tercipta hubungan gramatik antara unsur-unsur, baik dalam kalimat maupun dalam alinea, dan juga hubungan antara alinea yang satu dengan alinea yang lainnya bersifat padu maka digunakan alat-alat penghubung, seperti kata-kata penunjuk, dan kata-kata penghubung.

5. Koheren
Semua unsur pembentuk kalimat atau mendukung satu makna atau ide pokok.

6. Mengutamakan Kalimat Pasif

7. Konsisten
Konsisten dalam segala hal, misalnya dalam penggunaan istilah, singkatan, tanda-tanda, dan juga penggunaan kata ganti diri.

8. Logis
Ide atau pesan yang disampaikan melalui bahasa Indonesia ragam ilmiah dapat diterima akal.

9. Efektif
Ide yang diungkapkan sesuai dengan ide yang dimaksudkan baik oleh penutur atau oleh penulis, maupun oleh penyimak atau pembaca.

10.Kuantitatif
Keterangan yang dikemukakan pada kalimat dapat diukur secara pasti.

Demikian sedikit yang dapat saya berikan tentang Ragam Bahasa, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan. Terima Kasih :)

referensi : http://ibuku.zxq.net/Bab%201%20Sifat%20Ragam%20Bahasa%20Ilmu

Minggu, 06 Mei 2012

Digital dan Sevent Segment


Kali ini kita akan membahas tentang digtal dan seven segment, serta hubungan antara keduanya. Yuk mari kita baca teorinya dulu....
Digital berasal dari kata Digitus, dalam bahasa Yunani berarti jari jemari. Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0, oleh karena itu Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit). Peralatan canggih, seperti komputer, pada prosesornya memiliki serangkaian perhitungan biner yang rumit. Dalam gambaran yang mudah-mudah saja, proses biner seperti saklar lampu, yang memiliki 2 keadaan, yaitu Off (0) dan On (1). Misalnya ada 20 lampu dan saklar, jika saklar itu dinyalakan dalam posisi A, misalnya, maka ia akan membentuk gambar bunga, dan jika dinyalakan dalam posisi B, ia akan membentuk gambar hati.

Menurut saya digital merupakan salah satu perkembangan dari teknologi, yang dapat mempermudah dalam segala bidang dengan fungsi mengartikan bilangan bilangan biner atau analog menjadi bilangan digital (yang dapat dimengerti manusia). Ga cuma dalam bentuk tulisan, digital juga bisa berbentuk suara, gambar dan lainnya. Misalnya pada contoh yang disebutkan di atas yaitu alat saklar lampu. Selain itu bisa juga digital diartikan sebagai suatu perubahan dari yang tradisional ke modern, misalnya pada permainan dadu. Pada jaman dahulu atau mungkin sampai sekarang ya.. dadu itu banyak difungsikan sebagai penampil angka dalam permainan, sebut saja pada permainan monopoli, ketika orang itu mau jalan langkahnya selalu ditentukan oleh pengocokan dadu terlebih dahulu. Namun seiring perkembangan jaman dan teknologi, ada tuh yang namanya dadu digital yang dibuat pake seven segment. Oh iya seven segment itu adalah alat yang dapat menampilkan angka-angka 0-9, terdiri dari 7 buah segment, biasanya sih dinotasikan a, b, c, d, e, f, g (itu menurut saya.. J ). Kalau pake dadu digital yang ada seven segmentnya kita ga perlu kocok-kocok, tinggal pencet aja langsung deh keliatan angkanya. Selain dadu, sevent segment juga banyak dipakai dalam aplikasi lain loh, misalnya pada lotre undian, papan score, dan alat alat lain yang menggunakan  angka.
Jadi... digital merupakan bentuk bahasa atau bilangan yang mengartikan bilangan-bilangan biner (0 dan 1) menjadi angka 0-9 atau huruf. Sedangkan untuk menampilkan keluaran digital tersebut memerlukan suatu alat pembantu yang disebut seven segment, yang menampilkan keluaran tersebut yang berupa garis atau cahaya (biasanya....)
Ya sekiranya itu pendapat saya dari yang aya ketahui, jika ada kesalahan mohon dimaafkan J J J
Sekian dan terima kasih....



Selasa, 27 Maret 2012

Prinsip Ketersediaan

Interaksi Manusia dan komputer merupakan komunikasi dua arah antara pengguna (user) dengan sistem komputer yang saling mendukung untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Tujuan IMK
          Menghasilkan sistem yang bermanfaat (usable), memiliki manfaat dan mudah dioperasikan oleh user.
          Fungsionalitas, fungsi-fungsi yang ada dlm sistem yg dibuat sesuai dengan perencanaan
          Keamanan (safe), apakah sistem yg kita dibuat memiliki tingkat pengamanan data atau tidak.
          Efeektifitas dan Efisiensi, berpengaruh pada produktifitas kerja dari penggunanya dan sistem yang dibuat harus berfungsi dengan baik.

Ruang Lingkup IMK
Ruang Lingkup IMK meliputi :
          Manusia merupakan pengguna (user) yang memakai komputer. User ini berbeda-beda dan memiliki karakteristik masing-masing sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya dalam menggunakan komputer.
          Komputer merupakan peralatan elektronik yang meliputi hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak)
          Prinsip kerja : User memberi perintah pada komputer & komputer mencetak/menuliskan tanggapan pada layar tampilan. Komputer bekerja sesuai dengan instruksi yg diberikan oleh pengguna.
          Manusia dan komputer berinteraksi lewat masukan & keluaran melalui antarmuka
          Fokus: perancangan dan evaluasi antarmuka pemakai (user interface).
          Antarmuka pemakai adalah bagian sistem komputer yang memungkinkan manusia berinteraksi dengan komputer.

Sub bidang studi interaksi manusia dengan komputer

Ada tiga sub-bidang studi yang berhubungan dengan interaksi dengan komputer :
  1. Ergonomi dimana interaksi manusia-komputer berkaitan dengan bentuk fisik dari mesin.
  2. Faktor manusia berkaitan dengan masalah- masalah psikologis.
  3. Interaksi manusia dan komputer mengkaji bagaimana hubungan-hubungan yang terjadi antar ilmu komputer desain terkait dengan manusia dengan komputer.
bagi para perancangnya alat fisik interaksi antarmuka komputer sering diuji, sehingga memungkinkan pertukaran informasi.
Beberapa aspek yang menjadi fokus dalam perancangan sebuah antarmuka adalah :
  1. Metodologi dan proses yang digunakan dalam perancangan sebuah antarmuka.
  2. Metode implementasi antarmuka.
  3. Metode evaluasi dan perbandingan antarmuka.
  4. Pengembangan antarmuka baru.
  5. Mengembangkan sebuah deskripsi dan prediksi atau teori dari sebuah antarmuka baru.

 sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi_manusia-komputer ; http://zheira83.files.wordpress.com/2009/04/pendahuluan.ppt

 



Senin, 26 Maret 2012

Interaksi Manusia & Komputer

“  Interaksi manusia dan komputer merupakan disiplin ilmu yang mempelajari desain,evaluasi, implementasi dari sistem komputer interaktif untuk dipakai oleh manusia,beserta studi tentang faktor-faktor utama dalam lingkungan interaksinya.”
  (ACM SIGCHI,1992,p.6)

Interaksi manusia dan komputer (bahasa Inggris: human–computer
interaction, HCI) adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan komputer yang meliputi perancangan, evaluasi, dan implementasi antarmuka pengguna komputer agar mudah digunakan oleh manusia. Ilmu ini berusaha menemukan cara yang paling efisien
untuk merancang pesan elektronik. Sedangkan interaksi manusia dan komputer sendiri adalah serangkaian proses, dialog dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk berinteraksi dengan komputer yang keduanya saling memberikan masukan dan umpan balik melalui sebuah antarmuka untuk memperoleh hasil akhir yang diharapkan. 
wikipedia.org

Seperti yang telah kita ketahui Interaksi Manusia dan komputer merupakan komunikasi dua arah antara pengguna (user) dengan sistem komputer yang saling mendukung untuk mencapai suatu tujuan, sebenernya buat mempermudah juga. Dengan kata lain adanya interaksi manusia dan komputer bisa mepermudah penggunaan komputer dengan pengguna karena adanya perubahan yang semakin meningkat dan terus meningkat.  misalnya seperti yang telah pak dosen kasih tau yaitu adanya keyboard untuk anak alay,hal tersebut tentu sangat membantu dan mempermudah untuk para alay agar tidak repot
kalo ngetik. itu merupakan salah satu contoh interaksi manusia dan komputer. contoh lain adalah  program-program yang dibuat programer, untuk memudahkan kita berinteraksi dengan komputer.
hhm kembali ke pokok permasalahan, dengan adanya contoh di atas kita dapat mengetahui tentang apa itu interaksi manusia dan komputer serta kegunaannya.
bahwa interaksi manusia dan komputer merupakan cara pengguna (user) berinteraksi atau berhubungan dengan komputer baik hardware ataupun software. dengan IMK dapat mempermudah pengguna (user)  menggunakan komputer sebagai alat bantu mereka.

sekian dan terima kasih...   

Rabu, 18 Januari 2012

Manajemen risiko

Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).
Lingkup Manajemen Risiko:
Risiko didefinisikan sebagai “kemungkinan suatu peristiwa terjadi tidak seperti yang diharapkan yang menimbulkan suatu kerugian”.  Sedangkan manajemen risiko adalah “serangkaian prosedur dan metodologi yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko yang timbul dari kegiatan usaha bank atau perusahaan”. Tujuan manajemen risiko adalah menjaga agar aktivitas operasional perusahaan tidak menimbulkan kerugian yang melebihi kemampuannya untuk menyerap kerugian, atau membahayakan kelangsungan usahanya.  Terdapat berbagai jenis risiko di bank, yaitu risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional.  Risiko yang bukan termasuk risiko kredit dan pasar, dapat dimasukkan dalam kelompok risiko operasional. 
Menurut Bank Indonesia, jenis risiko penting yang harus dicermati bank-bank ada delapan, yaitu risiko kredit, pasar, likuiditas, operasional, hukum, stratejik, reputasi, dan risiko kepatuhan.  Risiko kredit adalah adalah risiko yang timbul sebagai kegagalan counterparty memenuhi kewajibannya, baik karena tidak mampu atau tidak mau membayar kewajibannya.  Risiko pasar adalah risiko yang timbul karena pergerakan variabel pasar (misalnya sukubunga, nilai tukar) dari portofolio yang dimiliki oleh bank yang dapat merugikan bank tersebut. Risiko likuiditas disebabkan bank tidak mampu memenuhi kewajiban yang telah jatuh waktu.  Risiko hukum adalah risiko yang disebabkan oleh adanya kelemahan aspek yuridis, antara lain: adanya tuntutan hukum, ketiadaan peraturan, perundang-undangan yang mendukung atau kelemahan perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat sahnya kontrak dan komitmen organisasi. Risiko stratejik adalah risiko  yang disebabkan penetapan dan pelaksanaan strategi organisasi dan pengambilan keputusan  yang tidak tepat atau karena kurang responsifnya manajemen terhadap perubahan eksternal. Risiko reputasi adalah risiko yang disebabkan adanya publikasi negatif  yang terkait dengan kegiatan dan program kerja  organisasi atau persepsi negatif terhadap organisasi. Risiko operasional adalah risiko yang antara lain disebabkan adanya ketidakcukupan dan atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, atau adanya masalah eksternal yang mempengaruhi operasional bank    Risiko kepatuhan adalah risiko yang disebabkan karena organisasi  tidak mematuhi atau tidak melaksanakan   peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku.  Masing-masing risiko saling terkait dan berhubungan satu sama lain.  Untuk sektor atau industri lain tentu memiliki karakteristik risiko yang dominan yang mungkin berbeda, misalnya risiko politik, risiko sosial, risiko bisnis dan lain-lain. Risiko saling berkaitan satu sama lain.
Kerangka dan Komponen Manajemen Risiko:
Komponen Manajemen Risiko terdiri atas (1) komitmen dan kepemimpinan manajemen puncak (2) proses, (3) struktur organisasi, dan (4) infrastruktur.  Penerapan manajemen risiko dimulai dari komitmen dan kepemimpinan yang kuat dari manajemen puncak (tone of the top),  yang tercermin dalam visi, misi dan value serta budaya perusahaan.  Nada dan gelombang filosofi risiko manajemen puncak tersebut sangat diperlukan sebagai rohnya manajemen risiko di perusahaan.  Tanpa roh yang kuat, manajemen risiko hanyalah sebuah slogan, prosedur, manual kaku yang tergeletak di laci dan lemari perusahaan tanpa suatu makna.
Komitmen  perlu dituangkan dalam risk management objective, risk appetite, dan risk charter perusahaan.  Komitmen setiap aktivitas bisnis dan fungsi perusahaan (antara lain: proses produksi, marketing, human capital, manajemen keuangan dan sistem informasi, pengawasan serta audit), berbasis manajemen risiko,  yang kemudian diintegrasikan dalam manajemen stratejik di tingkat corporate. 
Setiap fungsi perusahaan menjalani proses manajemen risiko,  yang dimulai dengan  identifikasi risiko, pengukuran risiko, pengendalian risiko dan pemantauan risiko.  Tujuan identifikasi risiko adalah memahami jenis risiko pada aktivitas fungsional, sehingga ditemukan indikator-indikator risiko kunci (key risk indicators), dan akhirnya risiko dapat dipetakan dalam suatu profil yang mudah dimengerti: risiko rendah, risiko sedang dan risiko tinggi.
Pengukuran risiko diperlukan agar risiko dapat dikendalikan dan dipantau.  Dalam fungsi perusahaan atau proses bisnis yang baik, pengukuran risiko mampu mengetahui tingkat risiko dan intensitasnya.  Berbagai alat digunakan untuk mengukur risiko, misalnya Credit Risk Rating, Value at Risk, Risk Self Assessment.   

               id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_risiko